Asuransi Unit Link Bagian 1: Bagaimana Persentase Investasi dalam Produk Unitlink?

klaimku.com – Tahukah Anda apa itu produk unit link dalam asuransi? Unit link merupakan asuransi dengan dua jenis tabungan, yaitu tabungan untuk proteksi dan tabungan investasi. Premi yang dibayarkan oleh nasabah dalam produk unit link sebagian digunakan untuk membayar proteksi, dan sebagian lagi ditempatkan pada reksadana dalam bentuk unit link.

Baca juga : Gedung Bursa Efek Indonesia Runtuh, Korban Diasuransikan

Pemegang polis akan diminta memilih dimana ia akan menempatkan investasinya. Apakah pada reksadana saham, reksadana campuran, reksadana pendapatan tetap, atau pasar uang. Unit link sendiri kaitannya erat dengan pasar modal karena produk ini cukup rumit dan tidak mudah dipahami. Sayangnya, banyak agen asuransi yang kurang menjelaskan dengan tepat perihal produk ini. Ketika pasar modal turun, nilai unit link juga akan turun. Sehingga seringkali proyeksi yang diberikan meleset dari kenyataan.

Pada beberapa perusahaan asuransi yang menjual produk unit link, ada pula yang tidak memberikan secara rinci mengenai kinerja unit linknya dari bulan ke bulan. Kebanyakan nasabah tidak mendapatkan keterangan soal unit link yang ditempatkan pada saham apa saja. Namun ada juga beberapa perusahaan asuransi yang memuat cara kerja unit link di situsnya sehingga dapat dengan mudah diakses oleh para nasabah.

Gambar via freepik

 

Kebanyakan perusahaan asuransi menginvestasikan dana Anda sepenuhnya pada produk unit link pada tahun ke lima. Untuk tahun pertama hingga ke lima, hanya sebagian saja yang ditempatkan di unit link. Misalnya 0 persen pada tahun pertama, karena pada tahun pertama dana habis untuk biaya akuisisi alias membayar bonus agen.

Tahun kedua porsi investasinya naik menjadi 20 persen, tahun ketiga menjadi 40 persen dan tahun keempat 80 persen baru pada tahun kelima menjadi 100 persen penempatannya pada unit link.

Baca juga : Allianz Pidanakan LAGI Nasabahnya Sendiri

Pada asuransi jenis unitlink inipun, biaya premi yang harus dikeluarkan paling besar jika dibandingkan dengan premi asuransi biasa dan nilai proteksinya hanya sedikit, paling besar sekitar Rp 250 juta saja. Jika Anda sudah menghitung kebutuhan asuransi Anda dan uang pertanggungan sebesar Rp 250 juta tidak memadai, sebaiknya Anda mempertimbangkan untuk mengambil asuransi jenis lain.

Pemegang polis harus benar-benar memerhatikan dan mempelajari produk ini dengan saksama dan banyak menyerap informasi agar tidak salah membeli. Karena dengan Anda membayar premi dengan rajinnya belum tentu semua akan berbuah manis, tetapi bisa saja tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan oleh para agen sewaktu kita membeli asuransi unit link.

Baca juga : Update Kasus Asuransi Allianz LP Mario dan Sulaeman: Tahap Pemeriksaan Para Terlapor

Tentu saja ini sesuatu yang menyesatkan karena dibalik itu, uang yang kita investasikan selalu dipotong setiap tahunnya untuk biaya lainnya yaitu biaya COI (Cost of Insurance), COA (Cost of Administration), dan COR (Cost of Rider).

Jika Anda orang yang menyukai hal yang praktis, maka asuransi unit link dapat menjadi pilihan karena asuransi jenis ini dapat memberikan dua manfaat sekaligus, yaitu proteksi diri dan investasi. Hanya saja dibutuhkan kejelian yang lebih lagi untuk membeli asuransi jenis unit link. Terkadang penjelasan agen asuransi saja tidak cukup. Nasabah harus proaktif dalam memahami produk dan manfaat yang dibeli. Salah-salah bukan untung, malah buntung. Oleh karena itu, mari kita cerdas dalam berasuransi! (ka)

 

Responsive WordPress Theme Freetheme wordpress magazine responsive freetheme wordpress news responsive freeWORDPRESS PLUGIN PREMIUM FREEDownload theme free