Big Bad Wolf – Part 1

klaimku.comBig Bad Wolf adalah sebutan bagi perusahaan keuangan besar yang tujuannya hanya memperkaya manajemen dan pemilik perusahaan dengan memakan uang masyarakat awam. Perusahaan besar ini mengambil kesempatan dalam menipu dan memperdaya nasabah atau konsumen mereka yang awam tentang keuangan dan hukum.

Mayoritas masyarakat Indonesia tidak peka dalam kecerdasan keuangan bahkan banyak dari mereka yang tidak paham keuangan sama sekali sehingga mudah dibohongi dan tergiur. Harus dibedakan antara kecerdasan keuangan dengan kecerdasan akademik. Memiliki gelar akademik dan lulus dari perguruan tinggi tidak serta merta menjadikan orang tersebut sebagai seorang ahli keuangan atau paham keuangan.

Baca juga : Izin Usaha AXA Life Indonesia Dicabut OJK, Bagaimana Nasib Nasabahnya?

Mulai muncul perusahaan keuangan besar yang mulai menjadi BBW (Big Bad Wolf) di Indonesia. Bahkan banyak dari perusahaan ini telah menjadi sangat besar dan TERLALU BESAR sehingga muncul istilah di Wall Street Amerika “Too big to fail” artinya “terlalu besar untuk gagal”. Artinya adalah apabila perusahaan ini gagal maka akan menimbulkan dampak negatif bagi perekenomian sebuah kota bahkan sebuah negara. Di Amerika ketika resesi tahun 2007-2008 beberapa bank di bail out untuk menghindari kepailitan.

Di Indonesia terjadi dengan Bank Century yang di bail out oleh uang pajak rakyat Indonesia. Perusahaan keuangan raksasa tergolong dari perbankan dan perasuransian. Kalau perusahaan asuransi raksasa seperti layaknya “A” yang telah dilaporkan 4x merasa menjadi korban kejahatan oleh NASABAHNYA SENDIRI maka dalam serial artikel ini saya akan membongkar trik-trik, dugaan tipu daya dan kejahatan korporasi yang mereka lakukan secara Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM) yang di desain sedemikian rupa seolah-olah layaknya sebuah perusahaan keuangan yang legit / sah secara gamblang dan mudah dimengerti.

Baca juga : Kisah Nyata Derita Korban Allianz

Pada dasarnya perusahaan asuransi adalah bisnis yang mengumpulkan uang peserta / nasabah seperti layaknya sebuah arisan (money in) dan mengeluarkan sejumlah uang kepada pengaju klaim (money out) dalam waktu yang bertahap. Ketika dana premi setoran nasabah (money in) lebih besar dari pembayaran klaim (money out) maka perusahaan keuangan tersebut akan mengalami surplus atau keuntungan. Sebaliknya ketika dana premi setoran nasabah (money in) lebih kecil dari pembayaran klaim (money out) maka perusahaan keuangan tersebut akan mengalami defisit atau kerugian.

Sehingga target perusahaan asuransi adalah untuk mengejar agar selalu surplus atau untung dengan kata lain uang masuk HARUS LEBIH BESAR dari uang keluar. Atas target inilah kejahatan asuransi oleh manajemen korporasi mulai terjadi. Oknum perusahaan asuransi mulai merubah tujuan bisnis mereka dari mengelola uang arisan masyarakat menjadi meraup keuntungan / surplus sebanyak mungkin dan menolak klaim sebanyak mungkin.

Kejahatan dalam perusahaan asuransi sendiri dapat terjadi dalam 2 tahap:, yaitu ketika uang masuk (money in), dan ketika yang keluar (money out). Jangan sampai kejahatan-kejahatan asuransi ini menimbulkan kerugian bagi masyarakat yang awam dalam bidang hukum dan asuransi. Seperti apa bentuk-bentuk kejahatan asuransi tersebut? Nantikan kelanjutannya hanya di klaimku.com

Responsive WordPress Theme Freetheme wordpress magazine responsive freetheme wordpress news responsive freeWORDPRESS PLUGIN PREMIUM FREEDownload theme free