Big Bad Wolf – Part 3 : Corporation Crime

klaimku.com – Masih dalam pembahasan Big Bad Wolf, sebutan bagi perusahaan besar yang tujuannya hanya memperkaya manajemen dan pemilik perusahaan dengan mengambil uang masyarakat sampai akhirnya perusahaan ini menjadi besar, dan bahkan terlalu besar untuk gagal. Dalam serial kali ini akan dijelaskan bagaimana cara dan modus oknum perusahaan asuransi sehingga masyarakat bisa tertipu. 

1. Bermodus investasi
2. Iming-iming keuntungan tinggi
3. Breach of trust
4. Over promising and under delivering 

1. Modus investasi

Modus investasi menduduki tingkat tertinggi dalam membuai konsumen untuk membeli produk asuransi. Seringkali dijumpai ilustrasi menyesatkan yang dipaparkan oleh para agen / leader yang tentunya mereka mendapatkan materi dari manajemen penjualan perusahaan, yaitu perbandingan antara menabung di bank, versus menabung di asuransi.

Baca juga : Big Bad Wolf (Part 2)

Dimana di dalam ilustrasi tersebut “menabung” di asuransi sangat menguntungkan karena mendapatkan bunga investasi yang tinggi dan mendapatkan keuntungan tambahan berupa proteksi ketika kena sakit kritis, meninggal dan kecelakaan. Semua ilustrasi investasi ini dipaparkan dengan waktu yang lebih banyak, yaitu 99% dari waktu presentasi sang agen. Sedangkan resiko investasi dan kerugian yang mungkin dialami hanya dipaparkan 1% dari waktu yang ada, atau bahkan tidak dipaparkan sama sekali. 

2. Iming-iming keuntungan tinggi 

Masyarakat Indonesia yang mayoritas masih buta keuangan senang mendengar kata-kata untung, profit, berlipat ganda dan hal ini digunakan oleh perusahaan asuransi yang bahkan memberikan pelatihan kepada agen dan leader asuransinya dalam hal NLP atau sales mengunakan hipnotis / alam bawah sadar.

Sering sekali nasabah menandatangani SPAJ tanpa sadar penuh produk apa yang dibelinya. Brosur-brosur investasi menunjukkan keindahan dan keuntungan yang dapat dinikmati oleh nasabah saja tanpa menjelaskan kenyataan sebenarnya.

Dalam produk asuransi, 1-2 tahun pertama hampir tidak mungkin ada untung sehingga bukanlah investasi. Mengapa? Investasi itu adalah apabila ada kemungkinan untung atau rugi dalam menaruh uang. Tetapi apabila hanya ada kerugian maka tidak bisa di bilang investasi. Penerapan kata investasi oleh agen bukan hanya kelalaian melainkan kebohongan yang jelas merugikan nasabah.

Baca juga : Big Bad Wolf (Part 1)

Kebanyakan asuransi unitlink (asuransi yang memiliki investasi) pada tahun pertama 100% dari premi masuk ke biaya akuisisi sehingga apabila di tarik tahun pertama maka dapat dipastikan tidak ada satu sen pun nilai tunai atau cash value. Bukan hanya tahun pertama tetapi pada tahun kedua pun, biasanya dipotong 80% dari premi yang di setor untuk biaya akuisisi dan sisanya habis pula untuk biaya asuransi, rider dan biaya administrasi. Sehingga penyebutan investasi bukan hanya menyesatkan tetapi kebohongan kepada konsumen. 

3. Breach of trust (pelanggaran kepercayaan)

Terjadi ketika perusahaan asuransi dari awal sudah banyak melakukan kebohongan, sengaja menyembunyikan data material mengenai produk dan biaya. Sering kali biaya asuransi tidak pernah disebutkan.

Berikut ini adalah biaya yang ada pada asuransi:
1. Biaya akuisisi (biaya biasanya dikenakan pada 5 tahun pertama)
2. Biaya asuransi dasar (biaya untuk harga pertanggungan meninggal)
3. Biaya asuransi tambahan (biaya untuk asuransi kesehatan atau kecelakaan dan sakit kritis yang merupakan asuransi tambahan / rider
4. Biaya administrasi yang biasanya berkisar antara Rp 25ribu hingga Rp 30ribu per BULAN. 
5. Biaya top up investasi, biasanya 2-3% setiap kali setor dana investasi. (front loading fees)
6. Biaya manajer investasi: 2 – 2.8% 
7. Biaya pengalihan investasi
8. Biaya penalty apabila menarik sebelum waktu yang ditentukan (dalam produk tertentu) 
9. Biaya lainnya yang dikenakan dalam produk lain. 

Selain tidak adanya transparansi terhadap produk asuransi. Breach of trust terjadi ketika manajemen perusahaan asuransi juga tidak mau memberikan after sales service. (layanan purna jual)

4. Over promising and under delivering (kelebihan janji dan kurangnya hasil)

Seringkali oknum perusahaan asuransi menjanjikan banyak hal dari produk bagus, pelayanan istimewa, proses klaim cepat hanya 30 menit dan sistem teknologi canggih, dll.
Tetapi pada kenyataannya, ada perusahaan asuransi yang bahkan customer service-nya hanya 1 orang dan sekaligus merangkap sebagai resepsionis. Jadi apabila sedang ada nasabah datang komplain maka telepon ke land line perusahaan tersebut tidak bisa diangkat.

Ada pula yang menjanjikan produk kesehatan as charges (sesuai tagihan) tetapi penyataan ketika kartu cashless digunakan semua tindakan yang diminta dokter yang merawat seperti x-ray, MRI dan CT scan tidak mau dibayar asuransi dengan alasan tidak diperlukan.

Baca juga : Kisah Nyata Derita Korban Allianz

Padahal faktanya, nasabah asuransi mana mungkin tahu medis dan apa saja yang diperlukan? Tentunya ketika nasabah sakit akan menuruti rekomendasi dokter yang merawat. 

Perusahaan yang banyak berkasus pidana juga demikian. Agen mereka banyak memberikan buaian dan janji-janji manis tetapi ketika terjadi masalah agen tersebut angkat tangan dan meminta nasabah langsung ke kantor pusat saja. Di kantor pusat nasabah disuruh lapor polisi saja dan tidak ada yang mau turun dan menjelaskan.

Demikian modus-modus yang digunakan oleh perusahaan asuransi untuk menipu dan menyesatkan nasabahnya terutama mereka yang awam hukum dan awam keuangan. Jangan mau dibodohi oleh perusahaan Big Bad Wolf. Teliti, kritis, dan buka mata Anda lebar-lebar akan asuransi. Jangan mau tergiur tanpa mengerti isi produk dan bagaimana sistem mereka bekerja. Salam cerdas asuransi!

Responsive WordPress Theme Freetheme wordpress magazine responsive freetheme wordpress news responsive freeWORDPRESS PLUGIN PREMIUM FREEDownload theme free