Boss Asuransi AIA Dipidanakan Atas Kerugian Modal Investasi Nasabah Rp.2.3 Milyar

Klaimku.com – Kisruh perusahaan asuransi dengan para nasabahnya ternyata belum selesai, kali ini korban bukan dari kalangan masyarakat biasa melainkan seorang pengacara. Laporan datang dari seorang nasabah yang juga berprofesi sebagai pengacara bernama Johnny Situwanda yang melaporkan Ben Eng sebagai Presiden Direktur PT AIA Financial Indonesia (AIA) dan Senior Manager di perusahaan yang sama bernama Donna Rosaline Panjaitan. 

Baca juga : Kaleidoskop 2017: Kisruh Perusahaan Asuransi vs Nasabah

Ben Eng dan Donna Rosaline Panjaitan dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Johnny Situwanda Selasa (9/1) malam dalam laporan bernomor LP/137/I/2018/PMJ/Dit. Reskrimsus, tanggal 9 Januari 2018. Johnny melaporkan AIA karena pihak AIA diduga telah melanggar Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, sekaligus disinyalir melakukan penipuan 378 KUHP dan penggelapan.

Dengan ini AIA dijerat pasal 8 ayat 1 huruf (F), pasal 9 huruf (k), dan pasal 18 juncto pasal 62 ayat 1 juncto pasal 63 huruf (c) dan (f) Undang-undang Republik Indonesia nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen juncto pasal 378 juncto pasal 372 KUHP.

“Kasus ini bermula dari Johnny menginvestasikan uang Rp 2,3 miliar ke AIA pada 2010 silam. Investasi dilakukan setelah ia dijanjikan oleh AIA akan meraup keuntungan yang menggiurkan. Pihak AIA menyampaikan tidak ada kisah merugi dalam investasi ini. Karena yakin dengan janji dan ucapan AIA tersebut, uang hasil jerih payah Rp 2,3 miliar Johnny diinvestasikan pada lima polis.” ucap Ardy Susanto selaku kuasa hukum Johnny.

Gambar via merdeka.com

“AIA menjanjikan di atas tiga tahun sejak pertama kali investasi, keuntungan bakal diraih sebanyak 30 sampai 40 persen dari total uang yang diinvestasikan. Tetapi investasi berjalan dengan adanya potongan-potongan dana. Kenyataanya pada tahun pertama, potongan sebesar 50 persen diberlakukan AIA terhadap uang Johnny dimuka. Selanjutnya tiap bulan berikut potongan yang bervariasi jumlahnya terus berlangsung. Kisarannya 1 juta rupiah per bulan sehingga kerugian bertambah,” tuturnya.

Beberapa tahun kemudian investasi Johnny bukannya untung dan bertambah melainkan menyusut hingga merugi. Sehingga Johnny mengajukan permintaan pembatalan atau penutupan investasi kepada AIA. Namun permintaan itu dianggap dipersulit atau ditolak. AIA hanya memulangkan dana investasi Johnny sebesar Rp 1,5 miliar yang berasal dari tiga polis sementara uang dari dua polis yang bernilai sekitar Rp 400 jutaan tak dipulangkan.

Baca juga : Asuransi dalam Financial Technology (FinTech)

“AIA hanya mengembalikan dana investasi Johnny sebesar Rp 1,5 miliar dari pengembalian tiga polis yang sesungguhnya tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan oleh AIA yang seharusnya AIA membayar sebesar Rp 1,9 miliar. Nanti apabila perkara masuk di pengadilan, saya juga akan minta ganti rugi lebih besar dari Rp 400 juta, karena jika ibarat menyimpan uang di bank, seharusnya ada bunga yang didapat.” tutupnya.

Investasi bukan untung tetapi malah kembali dengan jumlah uang di bawah modal setor. Jika pengacara saja bisa merasa menjadi korban dugaan penipuan asuransi apalagi masyarakat awam yang tidak mengerti hukum? Ironisnya yang dilaporkan diduga melakukan pidana penipuan investasi adalah AIA, perusahaan asuransi yang digadang-gadang salah satu asuransi terbesar di Indonesia dan di dunia

Apakah kisruh perusahaan asuransi dengan nasabah ini akan menemui titik damai atau akan makin memanas? Simak terus hanya di klaimku.com