Kaleidoskop 2017: Kisruh Perusahaan Asuransi vs Nasabah

Tahun 2017 diwarnai berbagai peristiwa menghebohkan, tak terkecuali kasus tindak pidana yang di lakukan oleh beberapa perusahaan asurani yang cukup menyita perhatian publik, dimana sebagian besar perusahaan asuransi tersebut tersandung kasus pelanggaran UU Perlindungan Konsumen.

Berikut adalah deretan kasus beberapa perusahaan asuransi di indonesia yang terjadi selama tahun 2017 yang menghebohkan dunia asuransi :

 

1. Perusahaan Asuransi AXA Financial Dilaporkan Nasabahnya ke Polda Metro Jaya

Gambar via breakingnews.co.id

November 2017, perusahaan asuransi AXA Financial dilaporkan oleh nasabahnya yang bernama Tri Lasmono Sumantri di karenakan klaimnya yang tidak dibayarkan. Perusahaan asuransi bendera biru ini dilaporkan ke Polda Metro Jaya yang terdaftar dengan nomor LP/5560/XI/2017/PMJ/ Ditreskrimsus tertanggal 14 November 2017.

Tri mengatakan kalau dirinya sudah menjadi peserta asuransi Maestro Elit Care pada AXA Financial Indonesia kurang lebih sejak 4 tahun lalu. Namun, ketika melakukan klaim pada Desember 2016 lalu, klaimnya tersebut ditolak dengan berbagai alasan sampai akhirnya merugi hingga Rp500 juta.

Baca juga : Pergunakan “Kecerdasan Keuangan” untuk Memilih Asuransi

Hal ini bermula ketika Tri divonis mengidap kanker kelenjar getah bening stadium tiga pada 14 Desember 2016 yang mengharuskan Tri dirawat di Rumah Sakit Siloam Semanggi

“Ketika mulai dirawat di rumah sakit itu, saya serahkan kartu member AXA saya, diterima oleh pihak Rumah Sakit Siloam, tapi setelah dirawat beberapa lama, secara sepihak AXA menolak meng-cover biaya perawatan saya itu,” ujarnya.

 

2. Tidak Membayarkan Klaim Nasabah Sebesar 6 Juta Rupiah, AIA Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Gambar via skyscrapercity.com

Kasus bermula ketika Happy Indra Purnama dirawat di RS Siloam tanggal 16-21 Agustus 2016, atas Diagnosa GEA (Gastro Enteritis Akut) atau diare. Ketika masuk rawat inap Happy mengunakan kartu cashless dari AIA dimana setiap hari rawat inap AIA selalu meminta perkembangan medisnya.

Setelah keluar RS, klaim hospital & surgical disetujui dan dibayarkan oleh AIA ke RS Siloam dalam waktu beberapa hari, tetapi klaim hospital income yang terdapat pada polis yang sama tidak dibayarkan oleh AIA sebesar 1 juta rupiah per hari, dikali 6 hari rawat inap (total: 6 juta rupiah) tidak dibayarkan selama lebih dari 10 bulan.

Happy lalu mencoba terus menerus menguhubungi pihak AIA untuk menanyakan status klaimnya yang tak kunjung dibayar, mulai dari menelpon, mengirimkan email hingga surat somasi resmi tetapi tidak 1 kalipun AIA merespon dan tidak membalas keluhan nasabah.

Tidak adanya itikad baik dari pihak klaim AIA untuk menjelaskan proses klaim inilah yang menjadi alasan Happy selaku nasabah melaporkan AIA pada 18 Mei 2017 ke Polda Metro Jaya yang terdaftar dengan nomor LP/2404/V/2017/PMJ/ Dit.Reskrimsus.

 

3. Allianz Yang Dihujani Laporan Oleh Nasabahnya Terkait UU Perlindungan Konsumen

Gambar via Klaimku.com

Mungkin 2017 adalah tahun yang kurang baik bagi perusahaan asuransi raksasa asal Jerman PT Asuransi Allianz Life. Allianz bukan hanya sekali dilaporkan oleh nasabahnya, tidak tanggung-tanggung beberapa nasabahnya melaporkan Allianz ke pihak kepolisian.

  • Kasus Klaim Perawatan Kanker Neuroblastoma yang Tidak Dibayarkan

Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin kata itu yang cocok untuk Allianz yang selalu dibombardir dengan laporan yang lontarkan oleh para nasabahnya. Salah satu pelapornya adalah Aksan Jaya, laporan ini dilakukan setelah Aksan sebagai pemegang polis merasa dirugikan karena klaim atas perawatan anaknya tidak dibayarkan.

Anak Aksan, yaitu Fardhan Putra Aksan dirawat di Singapura atas indikasi penyakit kanker neuroblastoma dengan total biaya perawatan mencapai satu miliar rupiah yang tidak dibayarkan Allianz. Allianz beralasan penyakit yang diderita pada Fardhan (tertanggung) bukan termasuk kanker melainkan tumor jinak.

Baca juga : Klausal Baku dalam Perjanjian Polis Asuransi

Atas masalah ini, Aksan dan Andri sebagai kuasa hukumnya melaporkan Allianz ke Bareskrim Mabes Polri dengan nomor laporan TBL/674/IX/2017/Bareskrim. Dalam laporannya, Aksan menuding PT Asuransi Allianz Life diduga melakukan tindak pidana asuransi dan perlindungan konsumen.

  • Allianz Dilaporkan Oleh Dua Nasabahnya Sekaligus

Kasus penolakan klaim konsumen oleh PT Asuransi Allianz Life Indonesia memang ramai diperbincangkan publik. Kasus ini menyeret Direktur Utama PT Allianz Life Indonesia Joachim Wessling dan Manajer klaim PT Asuransi Allianz Life Indonesia Yuliana Firmansyah sebagai tersangka.

Penetapan tersangka dalam kasus ini bermula dari laporan polisi oleh 2 nasabah Allianz, Ifranius Algadri (23) dan Indah Goena Nanda (37) ke Polda Metro Jaya. Dirut Allianz Life dilaporkan atas proses penolakan klaim yang di duga melanggar pidana UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Allianz tidak bisa membayarkan klaim, dengan alasan klaim tidak bisa dibayar tanpa ada data rekam medis lengkap. Sementara itu menurut Permenkes Nomor 269/Menkes/PER/III/2008 rekam medis hanya boleh di pegang pihak rumah sakit.

Baca juga : Asuransi…Perlukah ?

Kaleidoskop ini bukan hanya semata-mata untuk mengingat masa lalu yang kelam, tetapi untuk mengingatkan kita akan kesadaran dan kehati-hatian dalam memiliki atau membeli suatu polis asuransi, jangan mengulangi kesalahan di tahun yang lalu. Juga perlu diingat jika Anda sewaktu-waktu mengalami hal seperti di atas segera hubungi pihak kepolisian atau mencari perlindungan hukum agar mendapatkan keadilan. Mari kita lawan para oknum asuransi yang tidak bertanggung jawab dengan ikut aktif dan kritis terhadap setiap ketentuan polis asuransi yang ada. Salam cerdas asuransi!

 

 

Refrensi :

Netralnews.com

detik.com