Kebakaran Pasar Atas Bukittinggi, Perusahaan Asuransi Tanggung Klaim 8,6 Miliar Rupiah

klaimku.com – Sepuluh perusahaan asuransi umum yang merupakan bagian dari Konsorsium Asuransi Risiko Khusus (KARK), tercatat sebagai penanggung klaim asuransi atas kebakaran yang melanda Pasar Atas Bukittinggi, Sumatera Barat, yang terjadi pada Senin pagi 30 Oktober 2017 dan melahap habis 800 kios. Kebakaran ini diperkirakan menyebabkan kerugian hingga mencapai 8,6 miliar rupiah yang harus ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Berdasarkan data KARK, sepuluh asuransi itu adalah PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk, PT Asuransi Adira Dinamika, PT Asuransi Bangun Askrida, PT Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur, PT Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967,  PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero), PT Asuransi Jasaraharja Putera, PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Tri Pakarta, dan PT Asuransi Wahana Tata. PT Asuransi Jasaraharja Putera tercatat sebagai asuransi dengan total tertanggung dan estimasi nilai klaim terbesar, yakni senilai 4,12 miliar rupiah bagi 59 polis.

 

Gambar Via mediaindonesia

Direktur Utama PT Asuransi Jasaraharja Putera Suntoro mengatakan banyaknya jumlah tertanggung yang diproteksi sejalan dengan upaya pihaknya untuk menjangkau lebih banyak pedagang pasar di seluruh Indonesia. Apalagi masih banyak pedagang asuransi yang belum terlindungi dengan asuransi, jelasnya.

Suntoro mengatakan dengan tingginya risiko kebakaran pasar di Indonesia sebenarnya tidak ada asuransi yang berani untuk memproteksi para pedagang. Tingginya intensitas kebakaran, minimnya pengawasan dan sulitnya pemantauan pasar di seluruh Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi asuransi.

 

Baca juga : Re asuransi

 

Namun Suntoro menegaskan dengan hadirnya KARK perusahaan asuransi lebih memungkinkan untuk melindungi para pedagang pasar.

“Secara pribadi tidak kuat, tetapi kami mampu karena bersama-sama. Hampir semua pasar pasti pernah terbakar karena hubungan arus pendek. Risikonya sangat tinggi.”

Frans Y. Sahusilawane, Ketua Dewan Pengurus KARK menjelaskan dalam peristiwa kebakaran tersebut terdapat 104 polis atau tertanggung yang terkena dampak kebakaran. Nilai klaim total yang diestimasikan oleh loss adjuster (penilai kerugian) untuk sementara ini mencapai angka 8,6 miliar rupiah.

 

Oleh karena itu, pihaknya memberikan uang muka sebesar 30% kepada para pemegang polis tersebut.

 

“Kami bayarkan uang muka klaim 30% dari estimasi jumlah kerugian. Sisanya diselesaikan dari laporan final dari loss adjuster.” ungkapnya.

 

(sumber : Bisnis.com)