Tanggapan Resmi LQ Lawfirm atas Press Release Allianz

LQ Indonesia Lawfirm dengan ini memberikan tanggapan atas Pers Release Allianz sebagai berikut:
  1. Atas pernyataan Allianz yg menyatakan bahwa saat ini tidak ada executive dalam status tersangka dan dicekal. Jelas saja karena atas kemurahan hati, pelapor sudah mencabut laporannya maka kasus dihentikan prosesnya. Tetapi bukan berarti Allianz benar dalam kasus tersebut karena tidak pernah dibuktikan di pengadilan kebenaran perkara kasus Allianz ini.
  2. Atas pernyataan Allianz yg menyebutkan bahwa tidak pernah membayarkan klaim Ifranius dan Indah Goena karena tidak memenuhi standar dapat kami katakan bahwa ini adalah pernyataan bohong dan menyesatkan karena tanggal 22 Agustus 2017 Allianz mentransfer pembayaran klaim sejumlah 16.5 juta rupiah ke rekening BCA Ifranius. Lawyer Allianz juga mengirimkan surat konfirmasi ke kepolisian bahwa klaim sudah dibayarkan dan meminta agar LP dicabut. Namun pelapor menolak pembayaran klaim dan mentransfer balik dana tersebut pada hari yg sama ke Allianz.
  3. Adanya pelaporan ke Kriminal Umum dengan LP no 5034/X/2017/PMJ/ Ditreskrimum Tgl 17 Oktober 2017. Dapat kami sampaikan bahwa terlapor adalah PARA NASABAH ALLIANZ: Budi, Melissa, Deni dan Agus yang tidak ada kaitannya dengan LQ Lawfirm dan para pelapor. Kami menduga Allianz sengaja memasukan berita ini ke pers release dengan tujuan agar pembaca berasumsi bahwa para pelapor telah dilaporkan balik oleh Allianz dan strategi Allianz memposisikan dirinya sebagai korban (taktik politik “korban”) untuk memperoleh simpati masyarakat. Kempat orang terlapor diatas adalah nasabah Allianz yang diduga oleh Allianz mengambil keuntungan atas klaim yang telah dibayarkan oleh Allianz dan Allianz merasa dirugikan.
  4. Allianz dalam press release-nya sengaja menyebut nama Alvin Lim dan rekan, serta mengeluarkan ancaman akan melaporkan dan mengugat perdata atas kerugian reputasi Allianz. Hal ini kami sayangkan karena setelah kasus dicabut Allianz bukannya introspeksi dan berbenah diri tetapi malah merasa angkuh dan SELALU BENAR sehingga menusuk para pelapor yang sudah mencabut laporannya dan mengancam pengacara yang sedang bertugas.

Baca juga: Press Release Allianz terkait Kasus Pidana

Dengan ancaman ini kami dari LQ Indonesia Lawfirm menilai bahwa:
  1. TIDAK ADA ITIKAD BAIK dari pihak Allianz untuk kepentingan nasabahnya, karena setelah nasabah mencabut laporanpun nama nasabah disebut-sebut dan dengan sengaja Allianz mengatakan bahwa klaim tidak sesuai standar dan tidak pernah dibayarkan padahal sudah ada pembayaran klaim dilakukan Allianz ke Ifranius.
  2. ALLIANZ TIDAK SEGAN-SEGAN MEMPIDANAKAN NASABAHNYA yang dianggap oleh Allianz merugikan. Dengan melaporkan 4 nasabah Allianz (Budi, Deni, Agus dan Melissa) ke kepolisian yang dianggap Allianz merugikan maka kami sebagai penegak hukum memperingatkan para nasabah asuransi untuk berhati-hati bahwa setelah klaim dibayarkan Allianz masih dapat melaporkan kalian ke kepolisian seperti yang telah dilakukan dan di broadcast di press release ke media. KONSUMEN AKAN SELALU KALAH MELAWAN ALLIANZ. Tidak dibayarkan klaim maka konsumen kalah karena rugi premi diambil tetapi klaim tidak dibayarkan. Sedangkan apabila klaim dibayarkan Allianz dapat memPIDANAKAN NASABAHNYA atas dasar Allianz merasa dirugikan.
    Justru apabila terjadi perselisihan dan Allianz telah melakukan pembayaran klaim, malah Allianz dapat melaporkan NASABAH ALLIANZ ke Polisi. Jadi dibayarkan klaim bukan berarti perselisihan telah usai justru Allianz jadi ada kerugian dan dapat melaporkan ke kepolisian. Sebaiknya apabila ada perselisihan dengan Allianz dan nasabah Allianz tidak ada pengacara mungkin lebih baik mengalah saja daripada di PIDANAKAN seperti 4 nasabah Allianz yang sekarang dilaporkan ke Polda (Budi, Deni, Agus dan Melisa).
    Mengerikan sekali apabila ada perusahaan besar yang merasa dirinya Super Power dan berkantong tebal sehingga dalam prakteknya merasa dirinya paling benar dan menindas NASABAHNYA SENDIRI. Hal ini dapat menjadi peringatan bagi konsumen.
  3. Para pelapor (Ifranius dan Indah Goena) juga merasa dikecewakan oleh Allianz karena setelah LP dicabut dengan itikad baik malah para pelapor diserang dengan pemberitaan yang menyudutkan.
  4. LQ Indonesia Lawfirm juga telah menerima kuasa baru dari seorang KORBAN ALLIANZ lainnya dan telah membuat Laporan Polisi tanggal 7 Nopember 2017, di Krimsus Polda Metro Jaya atas pidana UU Perlindungan konsumen dengan modus yang sama dilakukan oleh Allianz yaitu meminta rekam medis lengkap yang mana melanggar hukum dan tidak sesuai yang diperjanjikan dalam buku polis. Pasal disangkakan pasal 8, 10, 18 junctob62 dan 63f (pencabutan ijin usaha).
    Pelapor LP baru ini bukan agen asuransi dan tidak pernah menjadi agen asuransi, jadi tidak ada lagi dugaan persaingan bisnis.

Baca juga: Akhir Kasus Pidana Pejabat Asuransi Allianz

Dengan fakta-fakta diatas sekali lagi kami menghimbau masyarakat untuk menghindari bertransaksi dengan Allianz karena dengan adanya LP baru telah jelas bahwa ALLIANZ MASIH MEMAKAN KORBAN baru yaitu nasabah Allianz bernama Bapak Wijaya.

Juga dalam menindak nasabahnya, Allianz tidak akan segan-segan melaporkan nasabahnya ke polisi dan memberitakan nama nasabahnya ke media untuk membuktikan bahwa Allianz selalu benar. Ketika Allianz merasa benar maka Allianz tidak akan segan-segan menghancurkan lawannya baik secara pidana dan perdata walaupun yang dilawan adalah NASABAHNYA sendiri seperti 4 nasabah Allianz yg dilaporkan ke Direskrimum.

Kepada nasabah Allianz jangan pernah berselisih dengan Allianz apabila tidak ingin dilaporkan ke polisi. Allianz selalu benar dan tidak mau menerima keluhan nasabahnya seperti yang dialami oleh Ifranius, Indah Goena dan Wijaya. Jangan berani melawan Allianz kecuali nasabah siap untuk dipidanakan! Selalu bawa pengacara apabila terjadi perselisihan.

Baca juga Contestability Period: Bagian 1

Hindari membeli polis Allianz dan bertransaksi dengan Allianz apalagi sudah ada Laporan Polisi baru oleh bapak Wijaya dengan pasal pencabutan ijin usaha pula yang dituduhkan kepada Terlapor Joachim Wessling sebagai CEO Allianz dan Yuliana Firmansyah sebagai Klaim Manager ketika pidana dilakukan. Apabila pidana dilakukan oleh pimpinan tertinggi sebuah perusahaan maka ini adalah sebuah HORROR bagi nasabah Allianz dan masyarakat.

Hindari bertransaksi dengan Allianz apabila anda tidak ingin bernasib sama dengan 4 nasabah Allianz yang dilaporkan ke Polisi. Masih banyak perusahaan asuransi lainnya yang bagus kenapa mesti Allianz yang banyak masalah?

Terima kasih atas perhatiannya.
Hormat saya,
Advokat Alvin Lim, SH, MSc, CFP

Responsive WordPress Theme Freetheme wordpress magazine responsive freetheme wordpress news responsive freeWORDPRESS PLUGIN PREMIUM FREEDownload theme free