Operasi Plastik Dalam Dunia Asuransi

Siapa yang tak kenal Lucinta Luna? Penyanyi dangdut cantik member dari Duo Bunga ini tengah ramai diisukan sebagai transgender. Apalagi setelah beredarnya video yang memperlihatkan seorang mirip Lucinta sedang berbaring dirawat setelah selesai melakukan operasi pergantian kelamin. Jika isu ini benar, lantas apa yang dilakukan dengan bagian tubuhnya yang lain sehingga tampak aduhai bak bidadari? Operasi plastikkah?

Operasi atau bedah plastik tak dipungkiri memang sudah menjadi pilihan banyak orang demi merubah bentuk tubuh secara instan. Data dari American Society for Aesthetic Plastic Surgery menunjukkan telah terjadi peningkatan sebesar 538% pada wanita dan 325% pada laki-laki sejak tahun 1997 terkait pelaksanaan bedah plastik (cosmetic surgery).

Bedah plastik sendiri sebenarnya terbagi menjadi 2 yaitu bedah rekonstruktif dan bedah kosmetik. Bedah rekonstruktif biasanya ditujukkan untuk merubah struktur abnormal akibat cacat bawaan, trauma, infeksi, tumor, dan penyakit. Bedah plastik jenis ini dilakukan untuk memberi peningkatan kepada fungsi tubuh, dan membuat atau mengembalikan struktur normal.

Baca juga Waspada Celaka Di Tempat Wisata, Siapa Paling Bertanggung Jawab?

Sedangkan operasi kosmetik dilakukan pada struktur yang sebenarnya sudah normal, namun dilakukan demi rasa percaya diri atas penampilan si pasien.

Lalu bagaimana pertanggungan yang dijamin oleh asuransi terkait dengan bedah plastik? Berikut merupakan jenis bedah plastik yang mungkin dapat dijamin oleh asuransi:

Bedah payudara

                                Gambar via pinterest.com

Bedah payudara tidak hanya dilakukan untuk merubah bentuk atau ukuran awal yang sudah normal menjadi bentuk atau ukuran lain sesuai keinginan pasien. Tetapi juga perlu dilakukan jika ada indikasi medis yang memang membutuhkan bedah payudara. Misalnya rekonstruksi akibat kanker payudara, atau pembesaran payudara pada laki-laki yang terjadi secara abnormal.

Bedah kelopak mata

                           Gambar via prasadcosmeticsurgery.com

Bedah kelopak mata tidak hanya dilakukan untuk mempercantik diri seperti banyak dilakukan oleh artis korea. Pada kasus dimana kelopak mata turun akibat penyakit atau kecelakaan, bedah kelopak mata mungkin diperlukan untuk menjaga fungsi penglihatan.

Bedah wajah

                                 Gambar via gq.com

Bedah wajah bisa saja dibutuhkan akibat telah terjadinya paralisis, atau untuk mengatasi perubahan bentuk pada otot wajah, kepala, atau leher.

Bedah tangan

                         Gambar via johndewaal.co.nz

Bedah tangan atas indikasi medis dapat terjadi misalnya jika terjadi gangguan pada tendon, saraf, atau perubahan bentuk. Salah satunya pada kondisi palmar fibromatosis, dimana tangan mengalami perubahan menjadi melengkung secara permanen.

Bedah hidung

                        Gambar via robertkotlermd.com

Sebagai salah satu alat pernafasan, anggota tubuh yan alat pernafasan, anggota tubuh yang satu ini jelas harus dipertahankan agar tetap berfungsi apabila terjadi perubahan bentuk yang dapat mengakibatkan sulit bernafas.

Perusahaan asuransi mungkin mengusahakan solusi non bedah sebelum menyetujui prosedur bedah. Sangat mungkin bagi asuransi untuk membatasi dan mengecualikan prosedur yang dilakukan, termasuk pembedahan. Bedah yang dilakukan semata-mata demi estetika atau merubah penampilan agar tampil lebih diri tentunya tidak dapat dijamin oleh asuransi. Seperti misalnya operasi sedot lemak, pembesaran payudara, dan pembuatan lipatan pada kelopak mata.

Baca juga Prudential Indonesia Serahkan Donasi Rp 4,5 Miliar Untuk RS Kanker Dharmais

Pembahasan mengenai bedah plastik dan asuransi memang perlu dipahami secara mendalam. Dibutuhkan komunikasi yang jelas dan terbuka antara perusahaan asuransi, dokter, serta nasabah. Karena tidak serta merta bedah kosmetik dikategorikan sebagai tindakan yang tidak dapat dijamin oleh asuransi. Mari kita ambil salah satu contoh, misalnya pada pasien atau nasabah yang obesitas. Bagaimana jika nasabah ternyata memang harus menjalani prosedur sedot lemak atas indikasi obesitas sehingga dalam derajat tertentu dapat mengakibatkan komplikasi serius? Mungkin saja ada perusahaan asuransi yang dapat menanggung penjaminan seandainya terjadi hal yang demikian. Namun perlu dicatat juga bahwa pertanggungan tersebut juga mungkin dapat disetujui setelah ada proses evaluasi dan pertimbangan yang panjang. Misalnya, apakah bedah plastik benar-benar dibutuhkan? Adakah opsi lain yang dapat dilakukan selain bedah plastik? Bagaimana kondisi fisik nasabah saat pengajuan asuransi? Apakah sudah mengalami obesitas? Dan apakah nasabah telah membayar premi lebih atas kondisi obesitas tsb?

Berikut adalah tips sebelum Anda menjalankan prosedur bedah plastik:

1. Hubungi agen pemasar, atau perusahaan asuransi untuk mengetahui apakah asuransi kesehatan Anda mencakup operasi plastik non kosmetik. Hal ini penting untuk selalu diverifikasi sebelum prosedur apapun sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan biaya tak terduga.
2. Dapatkan rincian biaya yang akurat pada dokter / RS / klinik tempat Anda melakukan operasi sebagai bahan pertimbangan jika ternyata asuransi Anda tidak dapat menjamin biaya operasi.
3. Cari tahu biaya mana yang dapat dikurangi jika ternyata asuransi tidak dapat menjamin keseluruhan biaya, atau
4. Cari tahu berapa jumlah maksimum yang harus Anda bayar jika seandainya perusahaan asuransi mengharuskan Anda membayar persentasi dari jumlah tsb.

Pada intinya, jangan pernah berasumsi bahwa perusahaan asuransi akan menjamin semua prosedur. Hal ini juga berlaku pada tindakan lain selain operasi plastik. Pastikan terlebih dahulu apakah biayanya dijamin asuransi sebelum menyetujui dilakukannya tindakan.

 

About The Author

Related posts

Responsive WordPress Theme Freetheme wordpress magazine responsive freetheme wordpress news responsive freeWORDPRESS PLUGIN PREMIUM FREEDownload theme free