Underwriter Allianz Utama Tersangka Kasus Pemalsuan dan Penipuan

Klaimku.com – Usaha Mariana demi mencari keadilan hukum sebagai korban asuransi Allianz Utama masih juga belum menemui titik temu. Setelah sebelumnya melaporkan Allianz Utama secara arbitrase atas klaim kecurian toko ke BPSK, kasus yang belum berujung ini kemudian dilaporkan kembali secara pidana ke  Polda Riau dengan nomor laporan LP/542/x/2016/SPKT/Riau 2016 lalu dengan sangkaan pelanggaran pasal 263 dan 378 yaitu tindak pemalsuan dan penipuan. Atas pelaporan pidana tersebut, Imelda Napitupulu selaku Head Underwriter Allianz Utama Cabang Medan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Menanggapi hal ini, pihak Allianz Utama kemudian melakukan banding dengan mengajukan pengaduan masyarakat pada pengawas penyidik (wassidik) Mabes Polri. Dalam gelar perkara yang dilakukan pada Senin, 2 April 2017, pengacara Allianz menilai bahwa Mariana telah memilih untuk melaporkan permasalahan ini melalui lembaga arbitrase BPSK sehingga tidak semestinya Mariana melakukan pelaporan ulang secara pidana ke Polda Riau. Namun hal ini dibantah oleh salah satu kombes peserta gelar perkara dumas Mabes Polri, yang menyatakan bahwa adalah hak setiap orang untuk mencari keadilan sehingga tidak ada larangan bagi warga negara untuk menempuh lebih dari satu cara demi mendapatkan keadilan hukum. Dengan kata lain, Mariana tetap berhak memperjuangkan haknya dengan melaporkan secara pidana ke Polda Riau, meskipun sebelumnya sudah melapor ke BPSK secara perdata.

Baca juga : Alvin Lim: “Ada motif balas dendam dan telah mengincar saya dari awal”

Klausul “warranty” disebut-sebut sebagai pokok dari permasalahan kasus ini. Mariana merasa Allianz sengaja mengeluarkan klausul warranty setelah terjadi kecurian pada tokonya demi lari dari tanggung jawab membayar klaim. Di sisi lain, pihak Allianz merasa bahwa Marianalah yang sebenarnya ingin mencari keuntungan dari klaim asuransi. Sementara itu Alvin Lim, pengacara Mariana dalam pembelaannya mengungkapkan bahwa Allianzlah sebenarnya sebagai pihak yang mencari keuntungan, sampai perusahaan bendera biru ini bisa membangun stadion bola yang tentu uangnya adalah dari keuntungan perusahaan asuransi.

Mariana dalam gelar perkara mengungkapkan kekecewaanya dimana ia sudah menjadi nasabah sejak 2005 tetapi tidak diperlakukan dengan sepantasnya oleh Allianz. Mariana mengasuransikan kepada Allianz 2 ruko, 3 mobil, dan beberapa anggota keluarganya hingga total 8 polis asuransi yang ia miliki di Allianz dengan total pembayaran premi mencapai Rp 70 juta per tahun. Namun sayangnya, Allianz tidak beritikad baik dengan tidak membayar klaimnya yang kesatu, serta menerapkan diskon pada klaim ke dua dan tiga. Mariana pun masih melanjutkan polisnya dengan membayar premi hingga 2012 namun sampai detik ini menurut Mariana, Allianz tidak ada itikad baik dengan tidak ada pembayaran meskipun hanya 1 rupiah, serta tidak ada ajakan dari Allianz untuk duduk bersama menyelesaikan permasalahan secara musyawarah. Oleh karena itu, saat ini Mariana telah menutup semua polis yang ia miliki di Allianz.

Baca juga : Per April 2018, Premi Asuransi Kesehatan Swasta di Australia Naik 3,95 %

Dalam pelaporan yang telah dilakukan baik ke BPSK maupun Polda Riau, Mariana mengungkap bahwa Allianz secara sepihak memasukkan klausul warranty yang tidak pernah ia setujui. Sementara Allianz berkilah, bahwa klausul warranty telah ada dalam buku polis setelah Mariana membayar premi. Lucunya buku polis baru diterima Mariana pada 6 Desember 2010, sedangkan kejadian kecurian terjadi pada 30 November 2010. Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah, apakah Mariana harus mengetahui klausul warranty tersebut saat sebelum terjadi kecurian, dimana buku polisnya baru diterima setelah terjadi kecurian? Mengenai hal ini, Allianz beralasan pihak underwriter yang menambahkan klausul tersebut tidak berkomunikasi secara langsung dengan Mariana. Seluruh komunikasi antara Allianz dengan nasabah dilakukan dengan perantara agen. Maka dari itu, Allianz menganggap bahwa pada saat polis dicetak, yaitu tanggal 1 Desember, Mariana seharusnya sudah mengetahui bahwa ada penambahan klausul yang semestinya hal ini disampaikan oleh agen. Namun sayangnya, pemberitahuan tersebut menurut Mariana tidak pernah disampaikan, baik secara lisan maupun tulisan, atau saat survei toko yang ke 2 kali saat akan perpanjangan polis.

Sadar atau tidak, kasus asuransi melawan nasabah seperti kasus Mariana dengan Allianz ini dapat menimbulkan stigma negatif yang semakin kuat terhadap dunia asuransi. Sebaiknya dilakukan komunikasi dua arah antara nasabah dengan pihak asuransi supaya setiap masalah tidak perlu sampai ke ranah hukum. Jika sudah begini, bukan hanya nasabah yang dirugikan dengan klaim yang tidak dibayarkan. Sesungguhnya perusahaan asuransipun ikut menanggung malu akan nama baik yang dipertaruhkan.

About The Author

Related posts

Responsive WordPress Theme Freetheme wordpress magazine responsive freetheme wordpress news responsive freeWORDPRESS PLUGIN PREMIUM FREEDownload theme free